Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Januari 2014

Macam-macam Pengaman Sirkuit

Macam-macam Pengaman Sirkuit - Pengaman sirkuit ini terdiri dari sekring (fuse), fusible link dan circuit breaker yang dipasangkan pada sirkuit kelistrikan dan sistem kelistrikan untuk melindungi kabel-kabel dan connector dari kebakaran karena arus yang mengalir berlebihan.

a. Sekring (fuse)

Sekring ditempatkan pada bagian tengah sirkuit kelistrikan. Bila dilewati oleh arus yang berlebihan maka akan terbakar dan putus sehingga kebakaran dapat dihindari. Tipe sekring ada 2, yaitu: cartridge (tabung) dan blade (kipas). Tipe blade sering banyak digunakan karena lebih kompak dengan elemen metal dan rumah pelindung yang tembus pandang, dan warna dari sekring merupakan petunjuk kapasitas sekring (5A-30A) 




Kapasitas               Identifikasi Warna
5 A                        Coklat Kekuningan

7,5 A                     Coklat
10 A                      Merah
15 A                      Biru
20 A                      Kuning
25 A                      Tidak Berwarna
30 A                       Hijau










b.fusible link 
Fungsi dan konstruksinya sama dengan sekring, hanya memiliki perbedaan utama dapat digunakan untuk arus yang lebih besar karena ukurannya lebih besar dan memiliki elemen yang lebih tebal. Sama halnya dengan sekring, fusible link juga terdiri dari tipe cartridge dan link (kabel).


Identifikasi Warna
30 A 0,3 Merah Muda
40 A 0,5 Hijau
50 A 0,85 Merah
60 A 1,0 Kuning
80 A 1,25 Hitam
100 A 2,0 Biru



c.Circuit breaker
Digunakan sebagai pengganti sekring untuk melindungi dari kesulitan pengiriman tenaga dalam sirkuit, seperti power window, sunroof, door lock, pemanas (heater) dan komponen yang sejenis.






source http://doyock-online.blogspot.com/2012/10/macam-macam-pengaman-sirkuit.html

Sabtu, 25 Januari 2014

CARA MELAKUKAN PENGUKURAN CDI YG TIDAK DIKETAHUI POSISI TERMINAL PADA SOCKETNYA ( CDI BLANK )

CARA MELAKUKAN PENGUKURAN CDI YG TIDAK DIKETAHUI POSISI TERMINAL PADA SOCKETNYA ( CDI BLANK )


MOTOR NF 125  :

Tahap ke – 1 :

Gunakan Skala pengukuran pada Multitester pada skala 1 k ohm.

Kemudian arahkan jarum test lead yang merah (+) kearah kabel CDI yang akan diukur sebagai posisi yang diam / mantep ditempat.

Sedangkan jarum test lead yang hitam (-) bergerak / diarahkan ke setiap kabel CDI yang lainnnya, sampai nantinya kita akan menemukan antara kedua kabel yang kita ukur / hubungkan dengan kondisi tidak ada hubungan ( tidak ada kontinitas ).

Kalau kita sudah mendapatkan yang tidak ada hubungan antara dua kabel yang diukur tersebut ( tergantung ada berapa yang tdk ada hubungan ) berarti kabel yang pada jarum test lead merah (+) tersebut adalah kabel coil.



Tahap ke - 2 :

Setelah jarum test lead merah (+) tadi kita mengetahui itu adalah coil ( tidak ada kontinitas ), maka kita balik posisi test lead merah (+) pada kabel tersebut menjadi test lead hitam (-) yang sekaligus kita fungsikan sebagai masa pengukuran.

Tahap ke - 3 :

Kita arahkan jarum test lead merah (+) kesetiap kabel, yang sekaligus untuk mengetahui posisi terminal pada CDI berikutnya.

Dengan demikian maka kita nantinya akan menemukan posisi : massa, TSS R, TSS B, Batere ( K K ) , dan yang terakhir adalah Pulser.

Yang mana kita mengetahuinya dengan cara menandakan dengan ukuran nilai tahanan yang terkecil sampai yang terbesar, dengan cara melihat hasil nilai ukuran tahanannnya.

Contoh hasil ukurnya kira – kira :

- Massa              =  8 k Ohm

- TSS R             =  10 K Ohm

- TSS B             =  14 K Ohm

- Batere ( K K ) =  42 K Ohm        

- Pulser             =  100 K Ohm

                                                                                                                                                      1

MOTOR GL PRO NEO TECH /  MEGA PRO :

Tahap ke – 1 :

Pada awal pencarian terminal pada kabel pada CDI ini pola awalnya kita harus mencari posisi Coil dan kabel yang tidak ada nilai tahanannya terlebih dahulu.

Yang mana kalau posisi coil itu adalah : “ dari setiap kabel CDI / terminal yang dihubungkan, nantinya akan tidak terdapat nilai kontinitas / tidak terhubung “.

Arahkan jarum test lead merah (+) ataupun kebalikannnya yaitu jarum test lead hitam (-) untuk mencari ( bergerak ).

( Ini bisa kita lakukan dengan bolak – balik diantara jarum test lead pada Multitester ).

Apabila tidak ada hubungan diantara kabel yang kita cari tadi, maka kabel tersebut adalah Coil dan beberapa kabel kosong pada  soket CDI Blank. ( tergantung tinggal ada berapa jumlah kabel yang tidak ada kontinitasnya ).

Untuk selanjutnya kita pisahkan / tandai yang tidak ada hubungan tersebut terlebih dahulu. Agar kita bisa mencari posisi terminal pada kabel CDI yang lainnnya.

Tahap ke – 2 :

Mencari kabel  yang lainnnya, yaitu : pulser, batere ( k k ), dan yang terakhir adalah massa.

Caranya : Cari hasil nilai ukur yang paling besar kita hubungkan diantara sisa kabel yang lainnya.

Yang mana, dari hasil ukur diantara sisa kabel yang kita ukur maka kita akan mendapatkan nilai tahanan yang terbesar ( pergerakan jarum multitester akan bergerak sedikit ) itu adalah pada posisi test lead merah (+) itu adalah pulser, dan test lead hitam (-) itu adalah Kunci kontak.

Tahap ke – 3 :

Setelah kita dapat posisi pulser & K K , dan sekaligus kita pisahkan / tandai, maka sisa kabel yang belum terukur tersebut adalah : posisi massa CDI tersebut.

Tahap ke – 4 :

Sudah mendapatkan semua posisi kabel tersebut barulah kita tes untuk melihat ada atau tidaknya api pada kabel sekunder Coil ke masa body motor.

Dengan cara mencoba menghubungkan masing – masing kabel yang tidak ada hubungan ( coil dan kabel kosong ) tersebut ke kabel body dari primer coil ( hitam / kuning ).

                                                                                                   

                                                                                                                                                  2. REVO ( CUB 100 CC )

Tahap ke – 1 :

Mencari posisi kabel Koil dan kabel kosong, yang mana apabila antara hubungan test lead pada (+) merah dan (-) hitam pada multitester tidak terdapat hubungan. ( baik dengan cara hubungan bolak-balik ).

Tahap ke – 2 :

Setelah kita menemukan kabel coil. Kita cari posisi kabel yang lainnnya, yaitu :

Kunci kontak, sepul, fulser, dan masa.

Tahap ke – 3 :

Mencari kunci kontak

Test lead hitam (-) pada posisi satu kabel, jika dihubungkan dengan test lead merah (+) pada kabel yang lain tidak ada kontinitas (tidak bergerak).

Tahap ke – 4 :

Mencari Sepul

Posisikan tes lead merah ( + ) ke satu kabel. dan teas lead hitam ( - ) ke kabel sisa ( yang lain ).

Pada saat dihubungkan dengan kedua kabel sisa, tidak terdapat hubungan.

Maka kabel pada teas lead merah tersebut adalah sepul.

Tahap ke – 5 :

Setelah kita mendapatkan kabel / posisi sepul kita cari dua kabel sisa, yaitu mencari posisi pulser dan masa.

Caranya : Posisikan test lead hitam (-) pada satu kabel dan test lead merah (+) ke satu kabel yang satunya.

Jika hasil pembacaan ukuran nilai tahanannya besar ( jarumnya bergerak lebih sedikit ), maka posisi kabel yang ada dites lead hitam ( - ) tersebut adalah fulser dan yang kabel di test lead merah ( + ) adalah massa.

Tahap ke – 6 :

Sudah mendapatkan semua posisi kabel tersebut barulah kita tes untuk melihat ada atau tidaknya api pada kabel sekunder Coil ke masa body motor.

Dengan cara mencoba menghubungkan masing – masing kabel yang tidak ada hubungan ( coil  kabel kosong ) tersebut ke kabel body dari primer coil ( hitam / kuning ).

                                                                                                   

                                                                                                                                                   3

TIGER 2000

Tahap ke - 1 :

Mencari coil.

Cara mencari posisi coil pada CDI Tiger  sama dengan langkah mencari di posisi kabel di CDI yang lain.

Untuk mencari posisi Coil apabila diukur dengan multitester tidak terdapat hubungan ( posisi merah (+) diam dan teas lead hitam ( - ) ke kabel yang lain Hal ini bisa terjadi tidak adanya hubungan pada posisi bolak balik.

Tahap ke - 2 :

Setelah kita menemukan kabel koil, kita cari posisi kabel yang lainnya, yaitu :

Kunci kontak, sepul, masa, dan fulser, dan posisi kabel yang kosong.

Tahap ke - 3 :

Mencari kabel kunci kontak (hitam/putih):

Test  lead hitan (-) pada posisi satu kabel, jika dihubungkan dengan test lead merah(+) pada kabel yang lain akan tidak terdapat hubungan ( jarum multitester nya tidak bergerak ). Maka kabel pada teas lead hitam adalah kunci kontak.

Tahap ke - 4 :

Setelah kita mendapat kabel kunci kontak ( pada tahap ke-3), maka kita mencari posisi terminal pada kabel sisa, yaitu kita harus mencari : sepul, massa, fulser, dan kabel kosong.

Tahap ke – 5 :

Mencari kabel kosong dan massa.

Untuk Mencari kedua terminal ini dengan cara hubungkan antara satu kabel dengan kabel sisa yang lain, maka kita akan menemukan dua kabel yang apabila dihubungkan akan mendapatkan hasil ukur tahanannya 0. maka itulah posisi kabel massa dan kabel kosong.

Tahap ke – 6 :

Mencari sepul dan pulser.

Caranya hubungkan kedua kabel sisa , dan posisikan tes lead merah ( + ) pada satu kabel, dan tes lead hitam ( - ) pada kabel satunya.

Maka kita akan mendapatkan hasil ukur nilai tahannannya tidak tak terhingga ( jarum testernya tidak bergerak ).Maka dari kabel tes lead hitam ( - ) adalah terminal sepul, dan tes lead merah ( + ) adalah pulser.  
jnj
source http://doyock-online.blogspot.com/2012/11/cara-melakukan-pengukuran-cdi-yg-tidak.html

Rabu, 22 Januari 2014

Tentang Gergaji besi


Tentang Gergaji  besi - Menggergaji merupakan salah satu metode dalam memotong benda kerja, gergaji terdiri rangka dan bilah. Rangka gergaji sebagai tempat bilah gergaji dikaitkan dan diklem/dijepit supaya aman serta mudah dalam melepas dan memasang.


  Gergaji Besi

Bilah gergaji  mempunyai gerigi, gerigi tersebut mempunyai ukuran tertentu yaitu 18 tpi, 24 tpi dan 32 tpi (teeth per inch) atau jumlah mata gigi dalam satu inchi, pemilihan jumlah mata disesuaikan dengan bahan yang akan dipotong. Misalnya 18 tpi sesuai digunakan untuk memotong bahan  yang cukup keras dengan ketebalan lebih dari 5 mm, semakin keras atau tipis bahan yang akan dipotong maka digunakan bilah gergaji yang lebih besar tpi-nya. Pemasangan bilah gergaji adalah mata gigi yang lurus mengarah ke depan. 





Cara Menggunakan Gergaji yang benar

source http://doyock-online.blogspot.com/2012/11/tentang-gergaji-besi.html

Senin, 20 Januari 2014

Cara Kerja Sistem Pengisian Mobil

Cara Kerja Sistem Pengisian Mobil

Uraian :
•  Mengisi arus listrik ke baterai
•  Mensuplai arus listrik ke seluruh sistim kelistrikan selama mesin hidup

Ada 2 tipe sistim pengisian :
•  Generator menghasilkan arus DC ( searah )
•  Alternator menghasilkan arus bolak – balik ( AC )
Alasan penggunaan Alternator
•  Konstruksi kecil dan tahan lama
•  Mampu menghasilkan output yang tinggi ( arus )
   pada saat mesin dalam kondisi idle


Cara Kerja Sistem Pengisian Mobil

 

source http://doyock-online.blogspot.com/2012/11/cara-kerja-sistem-pengisian-mobil.html

Rabu, 15 Januari 2014

Pengertian Tang dan Macamnya


Pengertian Tang dan Macamnya - Tang merupakan salah satu peralatan bengkel yang spesial, karena merupakan salah satu kunci yang dapat distel atau diatur. Fungsi dari tang adalah untuk memegang, memotong, melepas dan memasang komponen dan lain sebagainya. Penggunaan tang yang tidak sesuai, misal dipukul, akan merusak alat itu sendiri maupun komponen yang dilakukan perbaikan.  




 Terdapat beberapa jenis tang diantaranya adalah tang betet (vise grip) untuk menahan atau menjepit, menyatukan saat menyambung dengan las, tang potong untuk memotong kawat dan sebagainya, tang poligrip untuk melepas kepala baut yang sudah aus, tang snap ring atau circlip untuk melepas atau memasang circlip, ada dua macam yaitu circlip internal dan circlip external, tang moncong panjang (long nose/needle nose) untuk menjepit saat melepas/memasang benda-benda kecil yang sulit dipegang oleh tangan, tang kombinasi mempunyai fungsi lebih beragam bisa memotong, menjepit dan sebagainya merupakan gabungan dari fungsi berbagai jenis tang.   

 Berikut ini berbagai macam tang dan penggunaannya 









source http://doyock-online.blogspot.com/2012/12/tang.html

Selasa, 14 Januari 2014

Kunci Pas dan Kunci Ring


Kunci pas dan kunci ring digunakan untuk mengencangkan atau membuka baut atau mur yang berbentuk segi enam (hexagonal) dari komponen kendaraan. Ukuran kunci pas dan ring biasanya memiliki ukuran metrik dengan kombinasi (dalam mm) 6-7, 8-9, 10-11, 12-13, 14-15, 16-17, 18-19, 20-22, dan 24-27. 
Namun ada juga kombinasi kunci bawaan kendaraan memiliki kombinasi (dalam mm) terdiri dari 10-12, 14-17. Ada juga ukuran kunci dalam satuan inggris inchi (in).




Pada penggunaannnya, usahakan selalu menggunakan kunci sesuai dengan ukuran yang tepat, karena jika tidak maka akan merusak kepala baut atau mur, bahkan kunci sendiri juga bisa mengalami kerusakan. Selain itu, sebisa mungkin menggunakan kunci ring terlebih dahulu sebelum kunci pas kalau memungkinkan, sebab kunci ring memiliki persinggungan 6 titik pada kepala baut/ mur, sedangkan pada kunci pas hanya 2 titik.

source http://doyock-online.blogspot.com/2012/12/kunci-pas-dan-ring.html

Senin, 13 Januari 2014

Macam-macam Palu


Macam-macam Palu - Palu adalah alat bantu untuk memukul benda kerja yang aman, konstruksinya terdiri dari kepala palu yang keras terbuat dari baja karbon (0.60-0.80%) tersedia dalam beberapa ukuran antara 150-1500 gr,
Serta gagang yang disesuaikan dengan ukuran kepala palu. Kepala palu terdiri dari dua permukaan yang bisa dipergunakan untuk memukul.    








 Palu kepala cross pen 

Bentuk, model, dan ukuran berat palu berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penggunaanya. Model dan ukuran palu dibedakan menjadi  dua kelompok, model umum dan model khusus. Model yang umum dipakai adalah palu model ujung bulat (ball-pein), palu model ujung menyilang (cross-pein) dan palu model ujung lurus (stright-pein).






Palu model khusus dibuat untuk penggunaan khusus misalnya perbaikan bodi kendaraan, untuk menempa, meratakan plat atau membentuk plat. 
Palu khusus lainnya yaitu kepala palu lunak yang terbuat dari tembaga, kuningan, kaleng, timbal, plastik, karet, kayu dan sebagainya. Digunakan untuk memukul benda-benda yang permukaanya halus sehingga  tidak rusak saat dikerjakan.  Palu khusus pekerjaan bodi mempunyai bentuk dan ukuran yang lebih beragam, biasanya palu bentuk tertentu digunakan bersama-sama dengan dolly.

source http://doyock-online.blogspot.com/2012/12/macam-macam-palu.html