Rabu, 01 Januari 2014

Toleransi Pada Pengetahun Teknik

Setiap jenis pekerjaan teknik mempunyai Toleransi  dan syarat ketelitian yang berbeda-beda. Konstruksi beton misalnya, diijinkan memiliki penyimpangan ukuran (toleransi) yang lebih besar daripada ukuran-ukuran pada konstruksi mesin. Dengan toleransi yang besar ini maka ukuran-ukuran gambar bangunan gedung tidak perlu dibubuhi ukuran toleransi.
Lain halnya pada konstruksi mesin, mesin umumnya dibuat dari logam yang memiliki kepadatan/ massa tinggi, sehingga ukuran-ukuran konstruksi mesin tidak diijinkan bertoleransi besar.


Pada hakekatnya yang diinginkan itu adalah ukuran sebenarnya. Akan tetapi ukuran sebenarnya ini tidak mungkin dapat dicapai karena faktor pengerjaan di bengkel.Dengan demikian toleransi dimaksudkan untuk memudahkan pekerjaan operator di bengkel.

Pekerjaan boleh dihentikan manakala ukurannya telah mencapai daerah toleransi. Sejak Perang Dunia II, sistem toleransi dilanjutkan pengembangannya oleh ISO (International Organisation for Standarization) yang sebelumnya diatur oleh ISA (International Federation of The National Standardizing Association). 

Istilah-istilah Toleransi

a.       Ukuran nominal

Ukuran nominal adalah ukuran dasar, yaitu ukuran yang tertulis, tanpa dibaca dengan angka toleransinya.

b. Angka toleransi

Angka toleransi menunjukkan ukuran/ kualitas dari toleransi.Makin kecil angka toleransi, makin baik pula kualitasnya.Ukuran toleransi dipengaruhi pula oleh ukuran nominalnya. Makin besar ukuran nominal, maka makin besar pula ukuran toleransinya, pada kualitas yang sama.

 20 adalah ukuran nominal, +0.1 dan -0.2 adalah ukuran toleransi. Dengan demikian, ukuran terbesar : 20 + 0.1 = 20.1, ukuran terkecil : 20 – 0.2 = 19.8, dan besar toleransi : 0.1 +  0.2 = 0.3.

c. Penyimpangan membesar

Penyimpangan membesar adalah penyimpangan ke arah ukuran terbesar, yang dalam contoh di atas ádalah + 0.1.

d. Penyimpangan mengecil

Penyimpangan mengecil adalah penyimpangan ke arah ukuran terkecil, yang dalam contoh di atas ádalah -0.2.

e. Kelonggaran

Kelonggaran atau clearance adalah selisih ukuran antara lubang dan poros (ukuran lubang lebih besar daripada ukuran poros).

f. Kesesakan

Kesesakan (interference) ádalah selisih ukuran antara poros dan lubang (ukuran poros lebih besar daripada ukuran lubang).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk9-gQFwTI3gNM0VD2WrGW1DoGl6k5kBiLIQdQf_xIh-45nIZ5CXXCbXQ55UtQbya0SAiIXIoZKsr7I1iSesQvGEuez34ltkE_eb_UfXH37gnWgSnBXrfPg-6LOhxXnSc0DL7_71nkd6B6/s1600/f.jpeg

Simbol-simbol

Pengerjaan dengan mesin atau dengan tangan menghasilkanpermukaan yang berbeda-beda kualitasnya, ada   yang kasar dan ada pula yang halus. Oleh karena itu pada gambar mesin sering dijumpai beberapa simbol/tanda pengerjaan yang menyatakan tingkat kekasaran atau kehalusan. Sebagai contoh, dapat dibandingkan hasil pekerjaan dengan menggunakan kikir kasar dan kikir halus. Tingkat kekasaran yang

dihasilkan oleh kikir halus dengan sendirinya lebih rendah daripada yang dikerjakan dengan kikir kasar.

Pada statu alat atau mesin biasanya terdapat beberapa tingkat kekasaran dari permukaan-permukaan bidangnya. Untuk permukaan yang tidak memerlukan kehalusan, tidak perla kita bersusah payah

mengerjakannya sampai halus sekali, karena hal ini merupakan pemborosan.

Sebaliknya bagian-bagian yang khusus biasanya memerlukan pertimbangan yang telita untuk menentukan tingkat kekasaran yang diijinkan.

Tingkat kekasaran dinyatakan dengan kode huruf ”N” yang disertai dengan angka di belakangnya. Makin besar angkanya, makin kasar permukaan benda yang dibubuhi simbol/tanda pengerjaan tersebut.jn

source http://doyock-online.blogspot.com/2012/12/toleransi-pada-pengetahun-teknik.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar